Jakarta (20/07) — Komentar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya terkait tidak mudahnya memproses hukum para pelaku pembakaran hutan dan lahan, mengudang reaksi keras dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Slamet.
“Yang membuat tidak mudah apa ? Kalo regulasi yang membuat tidak mudah, rubah saja,” ujar anggota komisi IV DPR RI Slamet kepada media.
Slamet menjelaskan selama perubahan regulasi untuk kepentingan negara dan rakyat, maka pihaknya sebagai anggota DPR RI akan support.
Namun demikian, lanjut anggota DPR RI dari Dapil IV Jabar ini, kalau tidak mudahnya karena ada intervensi kekuasaan, maka sepatutnya pihaknya mengingatkan para penguasa.
”Tidak selamanya anda berkuasa, ada masanya harus pensiun dan akan diminta pertanggung jawaban baik kepada rakyat maupun Tuhan,” tegasnya.
Oleh sebab itu, lanjut Slamet, pihaknya berharap para penguasa segera sadar.
”Maka sadarlah para penguasa, abdikan kekuasaan anda untuk rakyat dan negara, maka anda akan dicatat dalam sejarah bahwa anda adalah pahlawan,” cetusnya.
Slamet menjelaskan, sikap yang sama juga harus dilakukan baik buat perorangan maupun korporasi yang terlibat dalam karhutla.
Sebab, lanjut dia, masalah kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah bersama dan harus jadi atensi.
”Tak penting siapa penyebab karhutla ini. Besar atau kecil, perorangan atau korporasi harusnya pemerintah bertindak tegas bagi penyebab karhutla,” tandasnya.
Sumber: Fraksi PKS DPR RI