
Jakarta (07/09) — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani memberikan beberapa kritikan terhadap kinerja pemerintah atas pelaksanaan dana APBN Tahun Anggaran 2019.
Hal tersebut dilontarkan pada saat rapat kerja bersama Menteri Keuangan dan jajaran lainnya yang berasal dari berbagai fraksi di Kantor DPR RI, Senin (07/09).
Menurut Netty, kinerja pemerintah yang kurang memuaskan mengakibatkan tidak optimalnya pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah pada RPJMN 2015-2019 rata-rata 7 persen per tahun. Namun, realitanya hanya mampu mencapai rata-rata 5 persen per tahun. Dapat dikatakan pemerintah telah gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat.” ucap Anggota Komisi IX DPR RI ini.
Tak hanya itu, Netty juga mengungkapkan bahwasanya kesulitan ekonomi yang dialami rakyat disebabkan oleh inflasi bahan pangan yang melambung hingga 4,3 persen.
“Beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, ikan segar, bawang putih, dan cabai rawit menjadi penyumbang inflasi di tahun 2019. Inflasi bahan pangan tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan upah harian buruh tani yang hanya 3,19 persen. Ini menunjukkan ekonomi rumah tangga menengah ke bawah terus tergerus karena kegagalan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.” jelas Netty.
Fraksi PKS memberikan minderheid nota (menerima dengan catatan) hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang Tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2019 dalam rangka pembicaraan Tingkat I, untuk dilanjutkan dalam tahapan pembahasan selanjutnya.
Sumber: Fraksi PKS DPR RI