Logo PKS Tanah Sareal

PKS TANAH SAREAL

Selamat datang di Website resmi PKS Tanah Sareal. Temukan informasi terbaru, kegiatan, dan aspirasi kami untuk kemajuan masyarakat.

Rofik Hananto Ajak Pelajar Muhammadiyah Berkontribusi Membangun Negeri

Purbalingga (14/03) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Rofik Hananto mengajak para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk berkontribusi membangun negeri.

“Ada 2 hal yang menjadi narasi Muhammadiyah untuk membangun negeri. Yakni Islam yang seimbang dan Islam yang berkemajuan. 2 hal ini akan menjadi penegaknya diantaranya teman-teman IPM. Bagaimana generasi ini bisa berkontribusi di negeri ini,” kata Rofik.

Rofik mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Webinar Diskusi Semarak Pra Muktamar yang diadakan oleh PW IPM Jawa Tengah, Kamis (11/3) malam. Diskusi ini mengambil tema Moderasi Beragama, Peran IPM dalam Beragama yang Mencerahkan.

“Bicara masalah moderasi beragama, sebenarnya hal ini sudah ada pada awal kebangkitan Islam di abad 14 H. Islam adalah agama yang meletakkan posisi agama membumi dan melangit. Artinya, tidak terlalu membumi dan tidak terlalu melangit namun di antara keduanya,” katanya.

Anggota DPR RI Dapil Jateng VII itu menambahkan, umat Islam itu umat yang wasath, atau umat yang berada di tengah antara 2 ujung. Rasulullah telah memberi panduan bahwa sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan.

“Dalam Quran surat Al Baqarah disebutkan bahwa umat Islam adalah umat yang wasath atau umat pertengahan. Islam meletakkan wasath dalam kedermawanan, yakni antara boros dan kikir. Umat Islam tidak boleh boros dan tidak boleh kikir,” ingat Aleg asal Kabupaten Purbalingga itu.

Dia mengatakan, Islam juga mengajarkan untuk berani, yakni di antara sembrono dan penakut. Islam mengajak umat untuk berfikir yang rasional yang seimbang dalam berinteraksi dan berperilaku.

Sebagai agama yang wasath, imbuhnya, Islam menentang terorisme dan liberalisme. Islam tidak terperangkap antara kelompok teroris dan liberal. Islam juga mendudukkan posisi kehidupan kita antara individual dan kolektif.

“Muhammadiyah kelihatan sekali dalam amal usahanya sangat menghargai nilai-nilai pribadi dan nilai-nilai kolektif. Ada semangat individu yang dipadu dengan semangat kolektif dalam amal usahanya,” tuturnya.

Rofik melanjutkan, Muhammadiyah menjadi gerakan yang bisa menerima perubahan dan bisa tetap tegak lurus. Bicara moderasi beragama adalah bicara Islam berkemajuan.

“Islam yang wasath akan memberi solusi atas persoalan yang ada. Anak-anak muda perlu mereformulasikan Islam wasath. Bagaimana kita tidak hanya tampil dengan agama yang ada tetapi juga menjadi inovator yang membawa kemaslahatan umat,” pesannya.

Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah Nurul Huda mengatakan, ke depan diharapkan lahir dari rahim IPM kader-kader keumatan dan kader kebangsaan. “Rofik Hananto menjadi kader kebangsaan dengan menjadi politisi,” ujarnya.

Nurul menjelaskan, salah satu kecemasan umat Islam adalah adanya tindakan yang mengatasnamakan Islam namun malah jauh dari ajaran Islam. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin itu seperti apa.

“Umat Islam dijuluki sebagai umat pertengahan. Umat yang tidak memihak ke kanan atau ke kiri, yang bisa mengantarkan manusia menjadi manusia yang adil. Umat pertengahan adalah umat teladan. Muhammadiyah berada di tengah. Tidak lupa dengan kehidupan akhirat namun juga berpikir bagaimana Islam bisa maju,” katanya.



Sumber: Fraksi PKS DPR RI
Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال