Tasikmalaya (07/05) — Satu lagi maskapai baru akan beroperasi Indonesia. Saat ini maskapai anyar, Super Air Jet, tersebut masih mengurus air operator certificate atau AOC di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Juru Bicara Kementerian menyebutkan bahwa Masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Toriq Hidayat menyebutkan dengan kehadiran maskapai baru diharapkan dapat memberikan pilihan rute serta pelayanan bagi masyarakat pengguna transportasi udara di Indonesia.
“Saat ini bisa dikatakan industri bisnis penerbangan tanah air didominasi oleh Garuda Indonesia dan Lion Air. Hadirnya maskapai baru diharapkan dapat memberikan banyak pilihan rute dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” sebutnya.
Tidak kalah penting menurut Politisi PKS ini bahwa setiap perusahaan maskapai harus memastikan pesawat yang dimilikinya dalam kondisi siap terbang. Perawatan rutin pesawat dan pelatihan pilot harus terus dilakukan secara berkala.
“Indonesia memiliki catatan suram terkait dengan masalah keselamatan penerbangan di masa lalu, diantara penyebabnya termasuk perawatan pesawat yang buruk, pelatihan pilot tidak memadai, kegagalan komunikasi atau mekanis, dan masalah kontrol lalu lintas udara,” ungkap Toriq.
Seiring dengan hadirnya maskapai baru tersebut, Ia meminta Kementerian perhubungan selaku leading sektor transportasi udara untuk memperbaiki tata kelola di industri penerbangan agar catatan suram insiden penerbangan dapat menjadi nol.
“Kehadiran maskapai baru di masa pandemi menunjukkan rasa optimis perusahaan tetap bisa menangkap peluang pasar, khususnya kebutuhan penerbangan domestik di kalangan pelancong milenial,” imbuh Toriq.
Prediksi Tim Riset INACA White Paper, sektor ini mulai membaik pada awal 2022 untuk penerbangan domestik dan akhir tahun 2023 untuk penerbangan internasional. Untuk mewujudkan itu, tambahnya lagi, diperlukan dukungan Pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi sebagai strategi pemulihan sektor penerbangan.
Sumber: Fraksi PKS DPR RI