Aksi Cegah Stunting Bermula dari Sadar Gizi Keluarga

Oleh Hj. Siti Muntamah Oded, S.Ap.
(Ketua BPKK DPW PKS Jawa Barat)

Dear Ayah dan Bunda, para pegiat posyandu, para guru, para praktisi pendidikan dan kesehatan, dan siapa saja yang sama-sama memiliki “keresahan” atas kondisi masih minimnya literasi gizi. Literasi gizi inilah yang kemudian menghadirkan sebuah dampak kronis bernama stunting.

Stunting itu sendiri adalah kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama. Bahkan pada akhirnya diikuti dengan gangguan kecerdasan pada anak dikarenakan kurang gizi kronis.

Menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022, saya mengajak para stake holder dan para pegiat bidang terkait, untuk bersama-sama membumikan aksi bela anak-anak sehingga kita menjadi bagian dari sejarah yang mengantarkan mereka menuju generasi emas. Hal ini tentu saja berkaitan langsung dengan perihal keberadaan keluarga. Karena bicara soal kemajuan bangsa, tentu tak lepas dari kualitas keluarga. Dan bicara soal keluarga, tak lepas dari asupan dan kecukupan gizi anak-anak, sehingga kita terhindar dari namanya stunting. Maka idealnya, stunting itu sampai pada titik “zero”.

Saya juga sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah edukatif Rumah Kleuarga Indoneisa (RKI) Jawa Barat yang telah menggelar sebuah webinar bertajuk “Cegah Stunting sebelum Genting” pada Minggu 26 Juni 2022. Selain sebagai bentuk penyambutan momentum Hari Keluarga Nasional, secara substansif, langkah tersebut adalah sebuah bentuk aksi peduli dan ekspresi keresahan atas maraknya dinamika stunting.

Terima kasih juga atas dihadirkannya narasumber yang memang pakar di bidangnya. Dr.dr.Tan Shot Yen, M.Hum dengan materi yang diampu, Literasi Gizi Membangun Negeri. Demikian pula dr. Utami Roesli, SpA, FABM IBCLC (retired) dengan sangat terstruktur, beliau memaparkan materi tentang Standar Emas Makanan Bayi dapat Membantu Mencegah Stunting. Ini sebuah asupan literasi yang berbobot, yang sejatinya tersebarluaskan kepada masyarakat, para orang tua, bahkan para gadis dan lajang yang tengah berada dalam tahap menuju rumah tangga. Karena mendidik dan membesarkan anak-anak tak cukup dengan cara mkengalir begitu saja, melainkan penting bersama bekal keilmuan yag memadai.

Ayah Bunda yang dirahmati Allah. Jauh sebelum kita berada di bumi, Allah Swt. telah mengingatkan kita dalam firman-Nya. “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

InsyaAllah kita bisa menyelami dan menyadari bahwa ayat tersebut sangat filosofis bahwa kita sebagai orang tua dihadirkan untuk menyiapkan vibrasi terbaik untuk keluarga. Jangan sampai kita menjadi andil terhadap pesimistisnya anggota keluarga. Sehingga sugesti-sugesti terbaik semestinya perjuangkan. Termasuk bagaimana kita menyediakan asupan pangan yang tak sekadar mengenyangkan dan menyenangkan, melainkan sumber pangan yang menguatkan dan menyehatkan.

InsyaAllah hal tersebut bisa diperjuangkan. Paling tidak, dimulai dari mindset alias poila pikir. Karena makanan sehat tak berkonotasi mahal dan mewah. Melainkan bagaimana kebutuhan tercukupi tanpa harus terganggu dengan gengsi melihat kesempurnaan orang lain.

Bismillah untuk memulai kebaikan. Mari saling menguatkan untuk keluarga yang berkeadaban.


Salam penuh cinta untuk tumbuh dan berkembangnya generasi emas Jawa Barat.

Selamat Hari Keluarga Nasional 29 juni 2022.



Sumber: Fraksi PKS DPRD Jawa Barat

Top Post Ad

Below Post Ad