Selain sebagai sarana Ibadah, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyebut kalau langkah ini sebagai inisiatif PKS untuk memerhatikan peningkatan gizi di masyarakat, khususnya melalui konsumsi daging.
“Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang konsumsi daging sapi/kerbau masyarakatnya sangat rendah. Menurut BPS rata-rata konsumsi daging masyarakat kita hanya 0,009 kg per kapita perminggu, ” kata Netty dalam keterangan medianya, Jumat, (30/06).
“Makanya program tebar 1,8 juta paket daging kurban PKS ini ingin menyasar kalangan yang tidak mampu dan yang membutuhkan,” tambah Netty yang juga ketua DPP PKS ini.
Netty juga mengingatkan agar perayaan Idul Adha yang diikuti dengan pemotongan hewan kurban harus jadi momentum untuk memperbaiki gizi dan menurunkan stunting.
“Pemerintah harus menjadikan momen pemotongan hewan kurban ini sebagai bentuk ikhtiar dan inspirasi dalam mempercepat penurunan stunting,” katanya.
“Saat ini, dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka Stunting di Indonesia masih sangat tinggi yakni 21 persen. Harapannya setiap tahun ada penurunan yang signifikan,” kata Netty.
Netty juga menyinggung terkait dialihkannya anggaran susu dan biskuit di Kemenkes menjadi ke pembelian produk hewani.