Tasikmalaya (04/10) — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Toriq Hidayat, memberikan apresiasi berturut-turut kepada Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Indonesia dan Riyad Al-Maliki Menteri Luar Negeri Palestina.
Karena dalam pertemuan secara virtual (30/09/2020) keduanya memberikan kabar gembira bagi perjuangan rakyat Palestina.
“Alhamdulillah, kabar gembira buat rakyat Palestina. Menteri Luar Negeri Palestina menyampaikan bahwa telah tercipta persatuan antara Hamas dan Fatah. Keduanya dikabarkan tengah melakukan pembicaraan kepemimpinan yang bersatu dengan melaksanakan pemilihan umum”, ungkapnya.
Langkah Israel yang ditengahi Amerika serikat (AS) untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab membuat Hamas dan Fatah, dan faksi lain bersatu menentang langkah tersebut.
“Pada Sabtu (12/09/2020), Hamas dan Fatah menyetujui gerakan kepemimpinan yang bersatu dan Itu diharapkan akan memimpin perlawanan rakyat yang komprehensif terhadap pendudukan Israel”, ungkap Toriq.
Persatuan Hamas dan Fatah terlihat dengan menyerukan hari penolakan pada Selasa (15/9). Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat melakukan demonstrasi day of rage atau hari kemarahan, dan protes lainnya diperkirakan terjadi di luar kedutaan besar Israel, Amerika Serikat, UEA, dan Bahrain di seluruh dunia.
“Bentuk lain dari persatuan Hamas dan Fatah adalah Hamas menyatakan siap menyelenggarakan pemilu dan berunding. Bahkan Pernyataan tertulis dikeluarkan oleh Hamas pada Minggu (17/9) yang menyebutkan bahwa pemerintahan bayangan di Gaza dibubarkan agar pemerintahan rekonsiliasi bisa terwujud”, Jelas Toriq.
Selanjutnya dalam pertemuan virtual antara Menlu RI dan Menlu Palestina tersebut, Retno Marsudi menekankan kembali posisi Indonesia yang akan terus memberi dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina. Penyataan mitra kerja Komisi I tersebut diapresiasi oleh Toriq Hidayat.
”Kita merasakan betapa pahitnya dijajah ratusan tahun. Untuk itu kita berkomitmen membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. karena satu-satunya bangsa yang belum merdeka ialah Palestina”, tegas Toriq.
Sumber: Fraksi PKS DPR RI